Saturday, 1 August 2015


Kisah hamba Allah yang mendapat ni’mat dan adzab di alam kubur


 Dari Al-Bara’ bin ‘Azib Radhiyallaahu ‘anhu , dia berkata:
“Kami keluar bersama Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam membawa sesosok jenazah seorang laki-laki dari kalangan Anshar. Kamipun sampai di kuburan, dan ketika dia sudah dimasukkan ke dalam liang lahad Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam lantas duduk menghadap kiblat dan kamipun duduk di sekitar beliau, seakan-akan ada burung di atas kepala kami.
Di tangan beliau ada sebatang ranting kayu untuk memukul-mukul tanah. Beliau sesekali melihat ke langit dan sesekali melihat ke tanah. Selanjutnya beliau mendongakkan pandangan dan agak menundukkannya sedikit sebanyak tiga kali. Lalu beliau bersabda:
“Berlindunglah kalian kepada Allah dari siksa kubur!”
Itu beliau ucapkan sebanyak dua atau tiga kali.Kemudian beliau berdoa,
اللهمّ إنّي ﺃﻋﻮﺫ ﺑِك ﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺏِ ﺍﻟْﻘَﺒْﺮ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur.” Sebanyak tiga kali.
Selanjutnya beliau bersabda:  “Sesungguhnya seorang hamba yang beriman bila sudah terputus dari kehidupan dunia dan menghadap ke akhirat maka turunlah Malaikat dari langit yang putih wajahnya bagaikan matahari. Dia datang membawa kain kafan dari surga dan minyak wangi dari surga. Sampai kemudian mereka semua duduk di depan orang itu sejauh mata memandang.
Selanjutnya, datanglah Malaikat maut -‘alaihis- sallam- lalu duduk di kepalanya sambil berkata:
ﻳَﺎ ﺃَﻳَّﺘُﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﻔْﺲُ ﺍﻟﻄﻴﺒﺔ (وفي رواية:المطمئنة)، ﺃﺧﺮﺟﻲ ﺇﻟﻲ ﻣﻐﻔﺮﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻭ ﺭﺿﻮﺍﻥ
“Wahai jiwa yang baik (dalam sebuah riwayat lain: jiwa yang tenang), keluarlah menuju ampunan dan keridhaan dari Allah.”
Lalu jiwa itu keluar mengalir bagaikan mengalirnya tetesan air dari atap lalu Malaikat maut mengambilnya. (Dalam riwayat lain: sampai ketika jiwanya sudah keluar maka seluruh Malaikat antara langit dan bumi memberikan shalawat kepadanya, juga semua Malaikat yang ada di langit, lalu dibukakanlah pintu-pintu langit. Dan tidak ada dari penghuni pintu itu kecuali mereka berdoa kepada Allah agar jiwa orang ini naik dari arah (pintu) mereka).
Ketika dia (Malaikat maut) sudah memegang ruh orang ini maka para Malaikat yang lain tidak membiarkannya meski sekejap mata melainkan langsung menempatkannya dalam kain kafan tadi dengan wewangiannya. Itulah firman Allah:
{تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا و هُمْ لا يُفَرِّطُونَ}
“…ia diwafatkan oleh Malaikat-Malaikat Kami, dan Malaikat – Malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.” (Qs.Al-An’am: 61)
Dia keluar dari situ dalam keadaan bau yang paling harumnya dari aroma kesturi yang pernah ada di muka bumi. Selanjutnya, para Malaikat ini naik membawa jiwa orang tersebut dan setiap kali mereka melewati Malaikat, maka merekapun selalu bertanya, ”Gerangan jiwa siapakah yang harum ini?”
Malaikat yang membawa menjawab, ”Ini adalah jiwanya si Fulan bin Fulan”. Disebutkan namanya yang terbaik yang biasa disandangnya selama di dunia. Sampai ketika mereka tiba di langit dunia dan mereka minta dibukakan pintu untuk si ruh yang mereka bawa. Pintupun dibukakan untuk mereka. Ini dijadikan pengumuman oleh para Malaikat yang didekatkan dari setiap langit yang dilewati sampai ke langit yang ketujuh, maka Allahpun berfirman:
ﺍﻛﺘﺒﻮﺍ ﻛﺘﺎﺏ ﻋﺒﺪﻱ ﻓﻲ ﻋﻠﻴﻴﻦ ,  { وما أدرك ما علِّيُّونَ. كتابٌ مَرْقُومٌ يَشْهَدُهُ المقرّبونَ }
”Tulislah catatan hamba-Ku ini dalam iliiyyin.” [”Tahukah kamu Apakah ‘Illiyyin itu? (yaitu) kitab yang bertulis. Yang disaksikan oleh Malaikat-Malaikat yang didekatkan (kepada Allah).”] (Qs. Al-Muthaffifin: 19-20).
Kemudian dikatakan, ”Kembalikan dia ke bumi, karena Aku sudah berjanji kepada mereka bahwa aku menciptakan mereka dari sana dan ke sana pula aku mengembalikan mereka lalu dari sana pula Aku akan membangkitkan mereka sekali lagi.”
Lalu dia dikembalikan ke bumi dan ruhnya dimasukkan lagi ke dalam jasadnya. Dia juga mendengar suara sandal teman-temannya tatkala mereka meninggalkan kuburannya. Selanjutnya, datanglah dua orang malaikat yang kasar bentakannya menyergah dan mendudukkannya lalu berkata,  ”Apa agamamu?” Dia menjawab, ”Agamaku Islam.”
Mereka bertanya lagi, ”Siapa orang yang diutus untuk kalian ini?” Dia menjawab, ”Dia adalah utusan Allah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.” Mereka bertanya lagi, ”Apa saja yang kau kerjakan?” Dia menjawab, ”Aku membaca kitab Allah, lalu aku beriman kepadanya dan membenarkan isinya.”
Malaikat itu membentaknya dalam pertanyaan, ”Siapa Rabbmu, apa agamamu, siapa nabimu?” Itu adalah fitnah (ujian) terakhir yang disodorkan kepada seorang mukmin dan itulah yang dikatakan oleh Allah,
{ يُثَبِّتُ الله الذين آمنوا بالقولِ الثَّابتِ في الحياة الدّنيا }
”Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia.” (Qs. Ibrahim : 27).
Sehingga dia bisa menjawab, ”Rabbku Allah, agamaku Islam, Nabiku Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Lalu ada suara panggilan dari langit yang berbunyi: ”Hamba-Ku ini benar, maka bentangkan kasurnya dari surga, pakaikan dia pakaian dari surga, bukakan untuknya pintu menuju ke surga!” Sehingga keharuman bau surga menyentuhnya dan kuburannya pun diperluas sejauh mata memandang.
Beliau berkata lagi, ”Lalu datanglah (dalam riwayat lain: lalu diserupakanlah) seorang laki-laki yang bagus wajahnya, bagus pakaiannya dan berbau harum yang berkata:
”Bergembiralah dengan apa yang membuatmu mudah” (bergembiralah dengan keridhaan dari Allah dan surga-surga yang di dalamnya ada kenikmatan abadi). Ini adalah hari yang dijanjikan untukmu.”
Dia balik berkata, ”Kamu juga diberi kabar gembira oleh Allah, siapa dirimu gerangan? Wajahmu menunjukkan wajah yang datang membawa kebaikan.”
Orang tadi menjawab, ”Aku adalah amal shalihmu. Demi Allah, aku tidak mengetahui tentangmu kecuali bahwa kau cepat melaksanakan perintah Allah dan lambat mengerjakan kemaksiatan pada Allah, maka Allah membalasmu dengan kebaikan.”
Kemudian dibukakanlah untuknya salah satu pintu surga dan salah satu pintu neraka, lalu dikatakan: ”Ini adalah tempatmu kalau saja kamu bermaksiat kepada Allah tapi Allah telah menggantinya dengan yang ini.” Kalau dia melihat apa yang ada dalam surga maka dia akan berkata, ”Wahai Rabbku, percepatlah datangnya kiamat, agar aku bisa kembali kepada keluarga dan hartaku.”  Dikatakan kepadanya, ”Tenanglah.”Selanjutnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Adapun bila seorang yang kafir meninggalkan alam dunia dan menghadap ke alam akhirat, turun kepadanya dari langit sejumlah malaikat yang berwajah hitam legam. Mereka membawa sebuah kain kafan yang buruk dan kasar. Mereka pun duduk di dekatnya sejauh mata memandang. Lalu datanglah malaikat pencabut nyawa dan duduk di dekat kepalanya. Malaikat pencabut nyawa berkata: “Wahai jiwa yang buruk, keluarlah engkau kepada kemurkaan dan kemarahan Allah”.
 Maka nyawanya tercerai berai di dalam jasadnya. Kemudian malaikat pencabut nyawa merenggut nyawanya seperti mencabut besi pemanggang daging dari bulu domba yang basah. Setelah malaikat pencabut nyawa mengambilnya, tidak dibiarkan sekejap mata pun berada di tangannya dan segera diambil oleh para malaikat yang berwajah hitam legam tadi.
 Lalu mereka meletakkannya pada kain kafan (yang telah mereka bawa) itu. Sehingga keluarlah dari nyawanya seperti bau yang sangat busuk di atas muka bumi. Kemudian mereka naik bersamanya. Tidaklah mereka melewati sekumpulan malaikat melainkan para malaikat itu akan bertanya: “Siapakah nyawa yang buruk ini?” Mereka menjawab: “Ini adalah Fulan bin Fulan” dan disebutkan namanya yang paling terburuk ketika mereka memanggilnya di dunia.
 Kemudian mereka membawanya naik sampai ke langit dunia dan dimintakan agar pintu langit di bukakan untuknya. Namun pintu langit tidak dibukakan untuknya”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat yang berbunyi:
لا ﺗُﻔَﺘَّﺢُ ﻟَﻬُﻢْ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺪْﺧُﻠُﻮﻥَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻠِﺞَ ﺍﻟْﺠَﻤَﻞُ ﻓِﻲ ﺳَﻢِّ ﺍﻟْﺨِﻴَﺎﻁِ
“Tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk surga sampai onta bisa masuk ke dalam lubang jarum.” (QS. Al-A’rof: 40)
Allah ’Azza wa Jalla kemudian berfirman, ”Tulislah hamba-Ku ini ke dalam sijjin dan dalam bumi yang paling bawah!”
Kemudian dikatakan, ”Kembalikan hamba-Ku ini ke bumi, karena Aku berjanji di sanalah Aku menciptakan mereka dan di sana pula aku mengembalikan mereka dan dari sanalah mereka akan Aku keluarkan sekali lagi.”
Kemudian ruhnya itu dilemparkan dari langit sampai menimpa tubuhnya. Kemudian beliau membaca ayat:
{ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ }
”…..Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (Qs.Al-Hajj: 31).
Maka dikembalikanlah ruhnya kepada jasad. Dia akan mendengar suara sandal teman-temannya bila sudah pulang dari mengantarnya ke pemakaman.
 Selanjutnya, dia didatangi dua malaikat yang keras bentakannya yang langsung membentak dan mendudukkannya lalu berkata, ”Siapa Rabbmu?” Dia akan menjawab, ”hah…hah…aku tidak tahu.” Malaikat itu bertanya lagi, ”Apa agamamu?” Dia juga akan menjawab, ”Hah…hah…aku tidak tahu.” Malaikat bertanya lagi, ”Apa pendapatmu tentang orang yang diutus kepada kalian ini?” Tapi dia tidak diberi petunjuk akan namanya sampai dikatakan kepadanya, ”Dia itu Muhammad.” Dia berkata, ”Hah…hah…aku tidak tahu, Aku hanya mendengar manusia mengatakan sesuatu lalu aku mengatakan hal yang sama.”
 Lalu dikatakanlah, ”Kamu memang tidak tahu dan tidak akan membaca.”
Selanjutnya ada panggilan dari langit mengatakan, ”Dia berdusta! Bentangkan dia di neraka dan bukakan pintu neraka menghadap ke arahnya.”
Akhirnya hawa neraka itu menghampirinya dan kuburannya pun dipersempit sampai tulang persendiannya berhimpitan terpisah-pisah.
Kemudian datanglah kepadanya seorang laki-laki (dalam riwayat lain diserupakan untuknya seorang laki-laki) yang buruk rupa, berpakaian jelek dan berbau busuk dan berkata padanya: “Gembiralah dengan kabar yang akan memburukkanmu, inilah hari yang dijanjikan untukmu.” Dia berkata, ”Kamu ini datang membawa kabar buruk dari Allah, siapa kamu? Wajahmu menunjukkan keburukan.” Orang itu menjawab, ”Aku adalah amal burukmu.Demi Allah, aku tidak tahu hal lain kecuali bahwa kamu ini lambat dalam ketaatan kepada Allah tapi cepat bermaksiat kepada Allah. Maka Allah pun mengganjarmu dengan keburukan.”
 Kemudian didatangkanlah kepadanya orang yang bisu, tuli di tangannya ada palu godam yang kalau dipukulkan ke gunung maka gunung itu akan hancur menjadi tanah.  Orang itu lalu memukulnya dengan sebuah pukulan sampai dia menjadi tanah, kemudian dikembalikan oleh Allah sebagaimana biasa dan
dipukul lagi. Dia menjerit dengan jeritan yang bisa didengar oleh semua benda kecuali jin dan manusia. Lalu dibukakanlah sebuah pintu neraka untuknya dan diapun berkata, ”Wahai Rabb jangan datangkan hari kiamat”.”

Thursday, 30 July 2015

BERAYALAH KITA

Assalamualaikum...hai .....huhu hari ini macam rajin pulak nak post tentang pengalaman beraya bersama keluarga dan rakan sekolah lama ^.^ 
                                                                   Hari Raya Pertama^-^

Alhamdulillah.......raya tahun ini aku dapat beraya sekali lagi bersama keluaraga tercinta kerana dipanjangkan umur oleh Allah S.W.T kerana dipanjangkan umur untuk beraya sekali lagi bersama keluarga dan rakan sekolah tercinta. Walaupun menuntut ilmu diperantauan disamping berjauhan bersama keluarga, dengan pelbagai rintangan untuk aku pulang kehalaman rumah....so aku teruskan kegagahanku unuk beraya bersama keluarga walaupun aku belajar di perantauan.
                                                                      Raya sakan lah kiter

Pada raya hari pertama, aku beraya bersama keluarga bersama ahli keluarga dan anak buah yang kesemuanya pada tahun ini pulang & berkumpul bersama-sama pada hari raya pertama. Pada pagi hari raya pertama, selepas solat hari raya Aidilfitri, kami sekelurga berkumpul untuk beraya bersama untuk beraya ke rumah sepupu dan sedara yang terdekat untuk mengeratkan hubungan silaturrahim supaya lebin erat.......hahahah.....
                                                                     
Selepas satu hari suntuk beraya bersama, pada malam itu kami membuat bakar-bakar yang dalam bahasa inggris that we call BBQ.....disamping anak sedara pula sibuk bermain bunga api dan mercun di halaman rumah.......ok lah

Pada hari raya kedua, event aku adalah beraya bersama rakan lama sekolahku.....Tahun ini aku dapat gather balik dengan member-member sekolah SMKSG (2009-2013).....walaupun dh tinggalkansekolah tu 2tahun tapi, kiterng still contact :D
                                                                  Hari Raya Kedua

Pada tahun ini paling ramai ex-sega berkumpul drpd tahun lepas.....mcm thun lepas kteorng just konvoi kereta, but kali ini 6 buah kereta.......hahahah^_^
                                                                Kenangan terindah

Firstly, kteorng kumpul di rumah pertama ialah di Ayer Hitam.......Sblom itu, aq pergi mengambil rakan 2 yang tiada transport.......tetapi apa yg terjadi aku terlepas utk beraya pada rumah pertama kami berkumpul kerana aq bergrak lewat dan member meninggalkan ku .......but aku still berkumpul di rumah kedua tetapi itu pun nyaris2 terlepas beraya di rumah tersebut kerana semasa kami sampai mereka semua sudah hendak bertolak....
                                                                  Raya bersama ex-SEGA

Selepas itu, kami bertolak ke Sri Gading.....disini lah ramai member lama tinggal di kawasan. Hampir sampai ke petang juga lah kami beraya di kawasan tersebut.....kami target sampai ptg sahaja namun apakan daya tidak sempat<_> , kami berehat dahulu di rumah kawan  dengan menunaikan solat fardhu sebelum bertolak ke Senggarang.....

Kami arrived dikawasan tersebut pada pukul 9.00. Dikawasan tersebut terdapat dua buah rumah yg perlu kami kunjungi utk melengkapkan perjalanan / event kami. Hampir pukul 11.00 malam juga lah kami baru habis berjalan......selepas itu masing-masing balik kerumah masing2  dan  aku telah mengambil keputusan utk menghantar rakan menumpang kereta untuk dihantar pulang kerumah masing2. Hampir pukul 1.00 pagi jugalah aq baru sampai rumah tetapi aq x akan lupakan experience yg paling best pernah aq join bersama rakan kelasku.......... 


Sunday, 26 July 2015


Pakaian Warisan Tradisional

Pakaian tradisional kaum melayu:

a)Baju Melayu Teluk Belanga

Baju Melayu yang biasa di pakai di Malaysia dan negara serantau biasanya terbahagi kepada dua, iaitu baju Melayu potongan Teluk Belanga dan potongan Cekak Musang , Baju Melayu Teluk Belanga biasanya lebih terkenal di selatan Malaysia sementara potongan Cekak Musang di kawasan tengah dan utara Malaysia. Potongan tersebut merujuk kepada cara jahitan pada leher baju tersebut. Terdapat berbagai bentuk sulaman yang dipadankan seperti Mata Lalat, Tulang Belut dan sebagainya.

Sejarah Baju Melayu:
Baju kurung ini telah digunakan oleh lelaki dan perempuan sejak 100 tahun dahulu. Telah diberi
nama sedemikian oleh Almarhum Sultan Abu Bakar iaitu Sultan Johor sempena baginda bersemayam di Teluk Belanga. Baju ini juga dikenali sebagai Baju Johor. Justeru itu, hingga ke hari ini baju tersebut dikenali sebagai Baju Johor atau Baju Kurung Teluk Belanga. Baju ini mula di perkenalkan di Teluk Belanga, Singapura dan tersebar luas sebagai ciri khas Johor khususnya pada abad ke-19. Ia juga dikatakan sejenis pakaian lelaki yang dikatakan direka oleh Sultan Abu Bakar pada tahun 1866 untuk meraikan perpindahan ibu negeri Johor dari Teluk Belanga di Singapura ke Johor Bahru. Walau bagaimanapun istilah ini akhirnya menjadi ciri khas masyarakat Melayu hingga disebut selengkapnya
'Baju Melayu'.

b)Baju Melayu Cekak Musang

Sejarah Baju Melayu Cekak Musang:

      Baju melayu merupakan pakaian lelaki Melayu dan ia terdiri dari dua jenis iaitu Baju Kurung Teluk Belanga ataupun Baju Cekak Musang. Baju ini biasanya dipakai semasa menghadiri majlis-majlis perkahwinan kenduri-kendara dan juga bagi menunaikan Sembahyang Jumaat. Selain itu , ia juga amat sesuai dipakai pada Hari Raya dan juga majlis-majlis rasmi. Pemakai Baju Melayu kelihatan lebih berseri apabila ia mengenakan samping dan songket. Pada acara-acara biasa seperti kenduri-kendara dan Sembahyang Jumaat, ia dipakai bersama kain pelekat atau kain tenun sutera.
c)Baju Kurung


 Sejarah Baju Kurang:
    
              Baju kurung dianggap popular dan dipakai oleh lelaki dan perempuan. Perbezaannya terletak pada bahagian kocek iaitu lelaki mempunyai tiga kocek manakala perempuan mempunyai satu kocek serta perbezaan daripada segi pemakaian. Pengertian kurung secara tidak langsung telah membawa erti ‘mengurung atau menutup’ anggota tubuh. Cara ini menepati konsep pakaian cara Melayu setelah kedatangan Islam sehinggalah istilah ‘kurung’ diertikan sebagai baju yang selesa dan longgar, labuh atau panjang. Sehingga disebut dengan berbagai-bagai nama misalnya ‘baju kurung bernyawa’ walaupun mempunyai pelbagai nama namun baju kurung telah menampilkan ciri-ciri yang tersendiri.

  
Pakaian Tradisional Kaum India:





Sari merupakan pakaian tradisional India yang mudah dikenali di seluruh dunia. Sebidang kain berukuran 5 hingga 6 ela panjang dipadankan dengan kain dalam yang berwarna seakan-akan kain sari tersebut, serta choli yang berwarna sama atau setentang dengannya. Kain sari ini dililit pada badan dengan bahagian hujungnya yang bersulam diletak di atas bahu kiri. Kain dalam dipakai di atas atau di bawah pusat dan berfungsi menyokong kain sari tersebut dari terlucut. Sari diperbuat daripada pelbagai jenis, corak dan warna kain yang sememangnya indah.



Pakaian salwar kameez atau baju Punjabi, yang juga popular di kalangan wanita di utara India, terdiri daripada blaus panjang yang dipadankan dengan seluar panjang yang longgar, serta tudung kepala yang sesuai warnanya. Wanita India juga gemar memakai dupatta di bahu mereka ketika memakai salwar kameez.



Kurta pula merupakan pakaian tradisional bagi lelaki kaum india. Kemeja panjang yang sampai ke lutut yang diperbuat daripada kain kapas atau lime dan sutera. Kurta ini pada kebiasaanya akan dipakai bersama salwar longgar,seluar longgar atau seluar churidar.

Kurta pijama adalah kurta yang dipakai oleh pemakainya bersama pijama dimana kurta pijama ini kebanyakkan dipakai ketika majlis-majlis rasmi. Kurta ini juga boleh dipakai bersama dhoti. Dhoti ialah sejenis kain berbentuk segi empat panjang yang dianggarkan sepanjang 5 meter yang dililit di sekitar pinggang dan kaki.